Perkaderan Perempuan Muhammadiah Perlu Dimasifkan

Perkaderan Perempuan Muhammadiah Perlu Dimasifkan

Terassulbar.com, Mamuju – Darul Arqam Nasyiatul Aisyiyah  atau yang disingkat DANA merupakan perkaderan tingkat dasar di ortom Nasyiatul Aisyiyah, dan telah dilaksanakan untuk yang pertama pada periode kepemimpinan Rhnena J. Tapion, selaku ketua umum Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Provinsi Sulawesi Barat. Di Muhammadiyah Boarding School (MBS) At-tanwir Kabupaten Mamuju.

Ia mengatakan perkaderan DANA ini sebagai perkaderan dasar yang wajib diikuit oleh seluruh kader atau anggota Nasyiatul Aisyiyah, sebagai corong dalam membentuk generasi kepemimpinan Perempuan yang berkemajuan sebagai sayap dakwah dari Muhammadiyah, dimana memiliki peran dalam gerakan pemberdayaan Perempuan Muslim.

“Melalui perkaderan ini diharapkan akan melahirkan sosok Perempuan yang cerdas sebagai corong pergerakan Perempuan muslim Muhammadiyah,” tandas Rhena, saat dikonfirmasi pada 16 Oktober 2023.

Perkaderan DANA ini dilaksanakan oleh Pimpinan Ranting Nasyiatul Aisyiyah MBS At-tanwir dan TK Aisyiyah Axuri Mamuju, yang difasilitasi oleh Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Mamuju. Dilaksanakan selama tiga hari sejak tanggal 13 hingga 15 Oktober 2023.

Dengan mengusung tema Khidmat Perempuan Muda untuk Dakwah Berkemajuan, turut menanggapi Ketua Umum Pimpinan Wilayah Muhamadiyah (PWM) Sulbar, Wahyun Mawardi menuturkan bahwa diharapkan pada perkaderan DANA pertama ini dapat menjadi langkah awal dalam berproses menjadi kader Nasyiatul Aisyiyah, yang memberi pengabdian penuh dalam kemajuan Perempuan berkemajuan Muhammadiyah di Sulbar.

“Perlu dimasifkan kedepannya perkaderan Perempuan Muhammadiyah agar maksimal dalam pergerakannya memajukan Perempuan muda di Sulbar,” tutur Mawardi.

Lanjutnya, ia juga menyampaikan bahwa sejauh ini Muhammadiyah di Sulbar sudah cukup masif menggelar perkaderan dilevel ortom, mulai dari perkaderan Hizbul Wathan, Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah serta Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.

Serta ia berharap perkaderan di Nasyiatul Aisyiyah maupun Aisyiyah agar masih menggelar perkaderan, sebagai wadah dalam merekrut kader atau anggota Perempuan Muhammadiyah untuk bersama-sama secara kolektif dalam melakukan gerakan dakwah Muhammadiyah serta mampu bersiergi bersama Pemerintah dalam menjawab persoalan Perempuan di tanah Malaqbi. (ARN)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *