Jembatan Penghubung Kalumpang Ambruk, GMKI Kritik Minimnya Perhatian Pemerintah
SINARSORE.ID, MAMUJU – Memasuki awal tahun 2026, peristiwa memilukan terjadi di Desa Karama, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Jembatan yang menjadi penghubung utama mobilitas masyarakat setempat dilaporkan ambruk dan tidak dapat lagi digunakan, diduga karena sudah tidak mampu menahan beban.
Peristiwa tersebut mengakibatkan 11 warga mengalami luka-luka dan saat ini tengah mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Karama. Berdasarkan informasi yang dihimpun, para korban terjatuh dari jembatan dan menghantam bebatuan di aliran sungai di bawahnya.
Jembatan Desa Karama selama ini menjadi akses vital bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari transportasi orang dan barang hingga akses ke layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.
Atas kejadian tersebut, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Mamuju menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus mendesak perhatian serius dari pemerintah daerah. Ketua GMKI Cabang Mamuju, Yulianus Tamo, menilai ambruknya jembatan tersebut mencerminkan kurangnya kepedulian pemerintah terhadap infrastruktur dasar masyarakat di wilayah Kalumpang.
“Seharusnya Bupati Mamuju maupun Gubernur Sulbar menunjukkan kepeduliannya terhadap pembangunan dan perawatan infrastruktur yang vital bagi masyarakat,” tegas Yulianus Tamo.
Ia menambahkan, jembatan tersebut sudah lama mengalami kerusakan parah. Bahkan, saat insiden terjadi, para korban diketahui sedang melakukan perbaikan jembatan secara swadaya karena belum adanya penanganan dari pemerintah.
Peristiwa ambruknya jembatan itu terjadi pada Jumat, 2 Januari 2026. GMKI berharap pemerintah Kabupaten Mamuju dan Pemerintah Provinsi Sulbar segera turun tangan melakukan penanganan darurat, sekaligus merencanakan pembangunan jembatan yang layak dan aman demi keselamatan serta kelangsungan aktivitas masyarakat Desa Karama dan sekitarnya.

