Koje Ketua Koalisi SDK-JSM di Polman, Syamsul Samad Jadi Ketua Relawan
Terassulbar.com, Polman – Suhardi Duka bersama Jenderal Salim Mengga (SDK-JSM) menunjuk Ary Iftikhar Shihab sebagai ketua tim koalisi dan Syamsul Samad sebagai ketua tim relawan Kabupaten Polewali Mandar (Polman).
Penunjukkan langsung itu dilakukan dalam rapat pembentukan tim koalisi dan relawan Kabupaten Polman yang berlangsung di salah satu hotel di Polman, Sulbar, Senin (05/08/24).
Penunjukkan itu pun disaksikan dan disetujui oleh seluruh Partai Politik (Parpol) yang berkoalisi dengan pasangan SDK-JSM, yakni Partai Demokrat, Partai Nasdem dan PKS.
SDK mengungkapkan, secara fakta, hasil Pileg Polman pada Februari 2024 lalu di koalisi SDK-JSM, pemenangnya adalah Partai Nasdem dengan perolehan 7 kursi DPRD Polman dan 2 kursi DPRD Sulbar, diikuti Partai Demokrat dengan 1 kursi DPRD Polman dan 2 kursi DPRD Sulbar, sedangkan PKS 1 kursi DPRD Polman dan 1 kursi DPRD Sulbar.
“Jadi, saya kira kita sepakat, kita memberikan ketua koalisi itu adalah Partai Nasdem. Setuju? Kalau setuju, siapa orangnya?,” tanya SDK.
Awalnya, SDK bertanya kepada para peserta rapat, siapa yang akan kita tunjuk jadi ketua tim koalisi? Peserta pun kompak menjawab Koje, sapaan akrab Ary Iftikhar Shihab. Begitu pula saat SDK bertanya siapa yang jadi ketua tim relawan? Peserta kembali kompak menjawab, Kak Ancu, sapaan akrab Syamsul Samad.
Sehingga, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulbar itu pun memutuskan, menunjuk Kojek dan Syamsul Samad sebagai ketua tim koalisi dan relawan memenangkan Pemilihan Gubernur (Pilgub) pada Pilkada serentak yang bakal diselenggarakan Rabu, 27 November 2024 mendatang.
“Kalau Parpol yang tergabung dalam koalisi kita sudah sepakat, hari ini kita lantik Koje dan Syamsul Samad sebagai ketua tim koalisi dan ketua tim relawan Polman,” ungkapnya.
Lanjut SDK menjelaskan, ketua koalisi dan relawan memiliki tugas dan fungsi yang sama, yakni memenangkan SDK-JSM di setiap TPS yang ada di Kabupaten Polman, Sulbar.
“Namun, sebelum sampai ke TPS kita harus memantapkan pola-pola kerja yang akan kita buat nanti. Tentu, kita akan memperbaiki isu, karena politik itu juga adalah persepsi dan kita sementara merekam isu yang akan kita counter (tangkal) nantinya,” tutur SDK.

