Komisi II DPRD Sulbar Gelar Rakor Bahas Virus Jembrana

Komisi II DPRD Sulbar Gelar Rakor Bahas Virus Jembrana

Terassulbar.com, Mamuju – Komisi II DPRD Sulbar melaksanakan rapat koordinasi terkait wabah PMK dan Jembrana yang menjangkit ratusan ternak sapi di sejumlah kabupaten di provinsi ke-33 itu, Kamis (16/02/23).

Ratusan ternak sapi di empat kabupaten, yakni Polewali Mandar, Majene, Mamuju dan Pasangkayu mulai terjangkit virus jembrana sejak 2022 lalu. Pada 2022 terdapat 666 kasus yang terjadi di Polewali Mandar 125 kasus dan Pasangkayu 541 kasus.

Kasus virus jembrana bertambah 439 kasus di 2023 yang terjadi di Polewali Mandar 371 kasus, Majene 7 kasus dan Mamuju 61 kasus. Total kasus ternak terjangkit virus jembrana di Sulbar sebanyak 1.105 kasus.

Rapat itu dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Sulbar Sudirman dan diikuti sejumlah anggota komisi lainnya. Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Sulbar Muhtar turut hadiri dalam rapat itu didampingi sejumlah pejabat di dinasnya.

Ketua Komisi II DPRD Sulbar Sudirman mengatakan, pemerintah perlu melakukan antisipasi penyebaran virus jembrana yang sudah mencapai ribuan kasus.

“Penyebaran virus jembrana ini harus segera diantisipasi sebelum semakin meluas,” kata Sudirman.

Sudirman menambahkan, perlu dilakukan penjagaan lalulintas hewan di wilayah perbatasan Sulbar secara lintas sektor. Baik itu pemerintah provinsi, kabupaten, kepolisian, perhubungan dan balai karantina hewan.

“Pemerintah Sulbar juga harus memberikan laporan perkembangan kasus kepada pusat serta upaya investigasi dengan Balai Besar Veteriner Maros,” jelas Sudirman.

Sedangkan, Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Sulbar Muhtar mengatakan, pihaknya sudah melakukan pencegahan dengan pemberian vaksin kepada hewan ternak. Sebanyak 9.250 dosis vaksin sudah disebar ke lima kabupaten, yakni Polewali Mandar, Majene, Mamuju, Mamuju Tengah dan Pasangkayu.

“Pasangkayu pada 2022 diberi vaksinasi 1.398 dosis dan tahun 37 Dosis lagi di 2023, lalu Mamuju tahun 2023 sebanyak 387 Dosis. Polewali Mandar di tahun 2023 ini kita beri 360 dosis vaksin, Majene di 2023 ini kita beri 3 dosis vaksin serta vaksinasi di Mamuju Tengah sudah berjalan namun belum terlapor,” kata Muhtar.

Muhtar menambahkan, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan pemkab terkait pentingnya peran pemerintah desa dan kecamatan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penyakit jembrana, serta upaya melakukan lockdown untuk zona merah.

” Kita juga mengajak masyarakat agar melapor kepada petugas setempat apabila menemukan ternaknya sakit dan akan dilakukan penanganan dengan melakukan pengobatan secara masif kepada ternak yang sakit, serta melakukan vaksinasi pada ternak yang sehat,” tambah Muhtar. (ril)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *