Nasib Guru Paud di Ujung Tanduk, Dewan Pendidikan Desak Pemkab Polman Siapkan Intensif
Terassulbar.com, Polman — Nasib ratusan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Polewali Mandar kini menjadi perhatian serius. Mereka mengeluhkan tidak terakomodasinya anggaran insentif dalam pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun ini, sehingga para tenaga pendidik tersebut mengaku tidak menerima honor atau insentif dari pemerintah daerah atas pengabdian mereka.
Dewan Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar menyayangkan kondisi tersebut. Guru PAUD merupakan bagian penting dari fondasi pendidikan, karena mereka berperan dalam membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai dasar, serta mempersiapkan tumbuh kembang anak sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar.
“Jangan sampai guru PAUD yang selama ini mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak kita justru luput dari perhatian pemerintah daerah. Mereka memiliki tanggung jawab besar dalam membangun fondasi pendidikan, tetapi pada saat yang sama mereka juga harus memenuhi kebutuhan hidup keluarganya,” demikian sikap yang perlu menjadi perhatian bersama. Herman kadir wakil ketua dewan Pendidikan Polman
Dewan Pendidikan mendorong Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar agar segera melakukan evaluasi terhadap kebijakan penganggaran pendidikan, khususnya dukungan bagi tenaga pendidik PAUD, serta menyiapkan langkah konkret agar insentif guru PAUD dapat dialokasikan dalam APBD Tahun Anggaran 2027.
Salah satu langkah yang perlu ditempuh ialah menyusun regulasi kepala daerah, termasuk Peraturan Bupati (Perbup) apabila secara hukum diperlukan, sebagai landasan pelaksanaan pemberian insentif. Regulasi tersebut harus disertai kajian kebutuhan anggaran, pendataan penerima yang valid, kriteria yang transparan, serta mekanisme penyaluran dan pertanggungjawaban yang akuntabel.
“Kami tidak sedang berbicara bahwa insentif akan langsung membuat guru PAUD sejahtera. Kami memahami keterbatasan kemampuan keuangan daerah. Namun, setidaknya ada penghargaan yang nyata atas pengabdian mereka. Mereka juga manusia, memiliki keluarga, kebutuhan hidup, dan tanggung jawab ekonomi yang harus dipenuhi.”
Persoalan ini tidak boleh dipandang semata-mata sebagai persoalan honorarium. Jika dibiarkan berlarut-larut, ketiadaan dukungan yang memadai dapat menurunkan motivasi dan konsentrasi guru dalam menjalankan tugasnya. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pergantian tenaga pendidik, mengganggu keberlangsungan layanan PAUD, serta memengaruhi konsistensi proses pembelajaran dan pengasuhan anak usia dini.
Dampaknya juga dapat dirasakan oleh masyarakat, terutama keluarga dengan keterbatasan ekonomi yang sangat bergantung pada layanan PAUD di lingkungan tempat tinggal mereka. Ketika layanan pendidikan usia dini melemah, anak-anak dari keluarga rentan berisiko kehilangan akses terhadap stimulasi belajar, pembiasaan karakter, dan persiapan memasuki sekolah dasar yang berkualitas.
Karena itu, Dewan Pendidikan memandang bahwa investasi terhadap guru PAUD merupakan bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia Polewali Mandar. Pemerintah daerah perlu melihat dukungan kepada guru PAUD bukan sekadar tambahan belanja, melainkan upaya menjaga keberlangsungan layanan pendidikan sejak usia dini.
Dewan Pendidikan berharap Bupati Polewali Mandar bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), perangkat daerah yang membidangi pendidikan, serta DPRD Kabupaten Polewali Mandar dapat duduk bersama untuk mencari solusi yang realistis dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Jangan sampai kita berbicara tentang peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi mengabaikan mereka yang setiap hari meletakkan fondasinya. Guru PAUD mungkin tidak selalu menjadi sorotan, tetapi pengabdian mereka menentukan masa depan generasi Polewali Mandar. (**)

