Polantas Polda Sulbar Edukasi Pelajar SMKN 1 Mamuju, Bangun Budaya Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini
Dengan Pendekatan Akrab, Polantas Polda Sulbar Tanamkan Kesadaran Tertib Lalu Lintas di Kalangan Pelajar
Polda Sulbar – Guna menanamkan budaya tertib berlalu lintas sedini mungkin, Polantas Ditlantas Polda Sulawesi Barat secara masif melaksanakan kegiatan rutin himbauan dan sosialisasi keselamatan jalan raya.
Dalam kegiatan kali ini, personel yang dipimpin oleh Ipda Restyka menyasar para pelajar di SMK Negeri 1 Mamuju, dengan pendekatan yang lebih santai, akrab dan jauh dari kesan menggurui, Kamis (9/7/26).
Kegiatan ini dilaksanakan tepatnya sebelum jam pelajaran dimulai, saat sejumlah pelajar masih beraktivitas di halaman dan luar gedung sekolah.
Alih‑alih berdiri di atas mimbar, para petugas memilih berbaur langsung, menyapa satu per satu dan mengajak para siswa berbicara dari hati ke hati tentang pentingnya keselamatan saat berada di jalan raya.
Cara penyampaian yang ringan dan akrab ini ternyata membuahkan hasil manis dimana para pelajar tampak antusias, lebih terbuka dan tidak sungkan‑sungkan untuk mengajukan berbagai pertanyaan seputar aturan lalu lintas yang sering mereka temui sehari‑hari.
Setiap pertanyaan yang muncul dijawab oleh petugas secara lugas dan dikemas dengan bahasa yang sederhana serta mudah pahami oleh kalangan remaja. Selain membahas aturan pokok berlalu lintas, para petugas juga membagikan beragam tips praktis agar selalu aman dan selamat saat berkendara, mulai dari kewajiban menggunakan helm SNI yang benar, mematuhi batas kecepatan, menghindari kebiasaan ugal‑ugalan, melawan arus, bermain handphone saat berkendara, hingga bahaya berbonceng lebih dari satu orang.
Dalam keterangannya di lokasi, Ipda Restyka menegaskan bahwa tingginya angka pelanggaran lalu lintas yang hingga kini masih didominasi oleh kalangan remaja dan usia pelajar, menjadi pekerjaan rumah yang harus dicarikan solusi terbaik dan berkelanjutan.
“Kita semua tahu, data di lapangan menunjukkan kelompok usia remaja masih menyumbang angka pelanggaran dan juga korban kecelakaan lalu lintas yang cukup tinggi. Itulah sebabnya kami hadir untuk terus menanamkan kesadaran bahwa keselamatan itu adalah kebutuhan utama, bukan sekadar aturan yang membebani,” jelas Ipda Restyka.
Lebih lanjut ia menambahkan, tujuan utamanya kegiatan ini untuk membangkitkan peran aktif para siswa sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas dan agen perubahan di lingkungan sekolah, di lingkungan tempat tinggal, hingga di dalam keluarga sendiri. Karena keselamatan itu tanggung jawab kita bersama, tambahnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dan hangat hingga bel masuk berbunyi. Para pelajar mengaku senang karena bisa berdiskusi langsung dengan polisi tanpa rasa canggung, dan banyak hal baru yang mereka ketahui terkait aturan di jalan raya. (Rls)

