Sengketa Lahan Desa Doda, Masyarakat Dukung Langkah Mediasi Pemkab Pasangkayu
Terassulbar.com, Mamuju – Pemerintah Kabupaten Pasangkayu terus mendorong penyelesaian sengketa lahan antara masyarakat Desa Doda, Kecamatan Sarudu, dengan PT. Unggul Widya Teknologi Lestari (WTL) melalui pendekatan dialog dan musyawarah. Langkah tersebut mendapat respons positif dari masyarakat yang berharap persoalan yang telah berlangsung cukup lama dapat segera memperoleh kepastian.
Salah seorang tokoh masyarakat Desa Doda, Rahman, mengatakan bahwa masyarakat pada dasarnya tidak menginginkan konflik berkepanjangan. Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini adalah kepastian serta penyelesaian yang adil bagi semua pihak.
“Kami berharap pemerintah dapat memfasilitasi penyelesaian secara terbuka. Kalau persoalan ini bisa diselesaikan melalui musyawarah tentu akan jauh lebih baik daripada terus menjadi polemik,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Sudirman, warga Desa Doda. Ia berharap seluruh pihak dapat menghormati proses yang sedang difasilitasi pemerintah sehingga tidak muncul kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Masyarakat ingin persoalan ini selesai dengan baik. Kami percaya pemerintah akan memberikan ruang kepada semua pihak untuk menyampaikan data dan bukti yang dimiliki,” katanya.
Sementara itu, tokoh pemuda Desa Doda, Hasbullah, mengajak masyarakat untuk tetap menjaga situasi yang aman selama proses penyelesaian berlangsung.
“Jangan sampai perbedaan pendapat justru menimbulkan konflik di lapangan. Yang terpenting sekarang adalah menjaga persatuan masyarakat sambil menunggu proses mediasi yang sedang berjalan,” ungkapnya.
Perwakilan Pemerintah Kabupaten Pasangkayu menyampaikan bahwa pemerintah akan terus memfasilitasi komunikasi antara masyarakat, pihak perusahaan, dan instansi terkait agar penyelesaian sengketa dilakukan secara objektif berdasarkan data dan ketentuan yang berlaku.
“Pemerintah hadir sebagai fasilitator. Kami mengajak seluruh pihak mengedepankan musyawarah, menyerahkan dokumen yang dimiliki, serta memberikan kesempatan kepada tim teknis untuk melakukan verifikasi sehingga solusi yang dihasilkan dapat diterima bersama,” jelasnya.
Di sisi lain, Wahab Tola selaku Manager Teritorial PT. Unggul Widya Teknologi Lestari menegaskan bahwa perusahaan menghormati seluruh proses yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Pasangkayu.
“Kami siap mengikuti setiap tahapan mediasi dan terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat maupun pemerintah. Harapan kami, seluruh persoalan dapat diselesaikan secara baik melalui dialog sehingga memberikan kepastian bagi semua pihak,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa perusahaan mendukung proses verifikasi terhadap dokumen maupun data yang dimiliki masing-masing pihak sebagai bagian dari upaya memperoleh penyelesaian yang objektif.
Pemerintah Kabupaten Pasangkayu juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi maupun isu-isu yang berpotensi memicu kesalahpahaman. Seluruh pihak diharapkan tetap mengedepankan komunikasi, menghormati proses mediasi, serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dengan semakin terbukanya ruang dialog antara masyarakat, pemerintah, dan pihak perusahaan, diharapkan penyelesaian sengketa lahan di Desa Doda dapat segera menemukan titik terang sehingga aktivitas masyarakat dan dunia usaha tetap berjalan dengan baik dalam suasana yang aman, damai, dan kondusif. (**)

