Material Rehab SMPN 2 Mamuju Belum Dibayarkan, Penyedia Ancam Pembongkaran

Material Rehab SMPN 2 Mamuju Belum Dibayarkan, Penyedia Ancam Pembongkaran

Terassulbar.com, Mamuju – Rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) gedung SMP Negeri 2 Mamuju pasca gempa bisa terhambat penyelesaiannya. Penyedia bahan bangunan rehab rekon itu mengancam akan membongkar meterial yang sudah di pasok jika tidak dibayarkan.

Rehab rekon SMP Negeri 2 Mamuju itu dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Wika) Persero dengan menyerahkan kepada mandor sebagai pelaksana. Anggaran rehab rekon itu menggunakan dana yang berasal dari APBN sebesar Rp12 milliar.

Ipul sebagai penyedia bahan bangunan mengatakan, hingga saat ini rekanan belum menyelesaikan pembayaran material yang sudah dia pasok. Dia pun mengancam akan membongkar seluruh material yang dia pasok untuk bangunan yang hampir selesai itu jika tidak dibayarkan.

“Saya kemarin sudah bongkar beberapa. Tapi katanya, ini hari akan ada peninjauan jadi saya tahan dulu, tapi saya akan bongkar semua jika tidak segera lunasi,” kata Ipul di lokasi sekolah SMP Negeri 2 Mamuju, Senin (27/02/23).

Ancaman penyedia material bangunan sekolah tersebut membuat was-was Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispora) Mamuju. Pasalnya pengerjaan bangunan tersebut diharap dapat segera selesai, jika ada pembongkaran meterial maka itu akan menghambat penyelesaian bangunan tersebut.

“Itu yang tangani Kementerian PUPR oleh Balai, ada 24 sekolah langsung Balai yang tangani termasuk SMPN 2 Mamuju. 24 sekolah itu ada dua SMP dan 22 SD termasuk SD Karema itu sudah jadi sisa diserahterimakan dan diresmikan. Jadi pihak pemerintah daerah tinggal menunggu hasil, dan diserah terimakan,” kata Sekertaris Dispora Mamuju, Saharuddin.

Saharuddin mengaku, polemik pembongkaran bangunan tersebut akan sangat merugikan siswa yang ada, sebab bangunan itu diharap dapat selesai dengan waktu yang telah ditetapkan.

“Tentu kami, pasti dirugikan anak-anak kita,
Diknas Tidak berwewenang melakukan intervensi lantaran Pengerjaan itu merupakan bagian dari Balai,” ujar Saharuddin.

Saharuddin mengaku akan segera mengkomunikasikan permasalahan tersebut bersama balai agar tidak berlarut-larut. Selain itu, dia mengatakan secara internal pengerjaan bangunan tersebut memiliki pengawas tersendiri.

“Jelas ini merugikan keterlambatan saja selesai kita tentu kasian sama anak-anak kita belajar di luar terus ,” tutup Saharuddin. (ip)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *