Masyarakat Diminta Berhati-hati Membeli Produk Kecantikan Secara Online

Masyarakat Diminta Berhati-hati Membeli Produk Kecantikan Secara Online

KEPALA BPOM di Mamuju, Lintang Purba Jaya membawakan materi bagi calon Duta Kosmetik Aman Sulawesi Barat.

 

Mamuju, Terassulbar.com – Masyarakat diimbau agar lebih berhati-hati dalam memilih produk kosmetik yang dijual secara online. Harus ada jaminan bahwa produk kecantikan tersebut tidak ilegal dan memang aman untuk digunakan.

Produk kecantikan maupun pangan yang tidak mengantongi izin dari pihak terkait, utamanya dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), bisa saja mengandung zat berbahaya.

Karenanya Kepala Balai POM di Mamuju, Lintang Purba Jaya menegaskan bahwa kosmetik ataupun obat-obatan yang dijual secara online perlu dicermati dengan seksama. Apalagi, pemasaran produk kecantikan kian banyak di media sosial. Termasuk menyasar wilayah Sulawesi Barat.

“Ini yang menjadi keprihatinan kita. Kalau di toko-toko secara fisik sebenarnya tidak begitu banyak. Tapi saat kita buka media sosial, disitu yang banyak sekali. Sampai kemarin ada aduan masyarakat soal kosmetik ilegal yang instan dan pemutih,” jelasnya, Jumat (17/6/2022).

Menghadapi kondisi tersebut, sejauh ini pihaknya telah melaporkan website atau akun yang terbukti menjual kosmetik ilegal agar segera ditakedown oleh pihak Kemkominfo. Sebab, sangat menghawatirkan jika terus berlanjut.

“Dan percaya saja, tidak ada kosmetik yang hasilnya instan atau memiliki khasiat yang instan,” tegas Lintang Purba Jaya di sela sesi Bimbingan Teknis Pemilihan Duta Kosmetik Aman Sulawesi Barat, di Mamuju.

Ditambahkan, BPOM di Mamuju juga terbuka dengan pihak-pihak penyalur yang akan memasarkan produk kecantikan di Sulawesi Barat. “Ya, akan kami bantu. Kita dalam koridor bahwa produk yang diedarkan adalah produk yang aman,” jelasnya.

Upaya pencegahan lainnya, BPOM di Mamuju kini tengah menjalankan proses penyaringan calon Duta Kosmetik Aman yang akan berlangsung hingga Sabtu, besok. Terdapat 30 peserta dari sejumlah sekolah dan perguruan tinggi di Sulawesi Barat.

Para peserta diberikan bekal terkait produk kecantikan aman dan kedepannya diharap menjadi duta BPOM Sulbar untuk melakukan kampanye kosmetik aman, utamanya menjalankan edukasi kekinian Kosmetik Aman dengan memanfaatkan flatform media sosial.

“Kosmetik dan pangan olahan, saat ini pasarnya banyak menyasar tingkat sekolah dan kampus, ini harus kita cegah di sana agar tidak menggunakan kosmetik berbahaya,” ujar Lintang Purba Jaya. (red)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.