Tokoh Penggerak Kerukunan Dapat Penghargaan

Tokoh Penggerak Kerukunan Dapat Penghargaan

Majene, Terassulbar.com – Bagian Ortala dan Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Barat menggelar dialog tokoh Agama, tokoh masyarakat dan Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), di Aula Villa Bogor Majene, Jumat (10/12/2021).

Ketua Panitia Hajrah melaporkan, melalui dialog diharapkan dapat lebih meningkatkan peran tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam membina kerukunan umat beragama serta meminimalisir konflik yang mengatasnamakan agama.

“Banyak organisasi keagamaan menyebabkan munculnya paham yang berbeda di masyarakat dan menimbulkan banyak perbedaan pemahaman sehingga seringkali menimbulkan konflik hingga berujung dengan kekerasan,” ujarnya.

Untuk menyatukan pemahaman keagamaan lanjutnya, merupakan tugas utama dari Sub Bagian Ortala dan KUB Kemenag Provinsi Sulawesi Barat, dengan menggerakkan forum KUB untuk berupaya menjadi penengah dalam penyelesaian konflik perbedaan paham keagamaan di masyarakat.

“Upaya ini, dengan melakukan satu strategi ikatan persuasif dengan mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat dan pengurus FKUB untuk lahir dialog sosial dalam menggali kesadaran beragama dan memecahkan masalah sosial,” jelasnya.

Melalui upaya ini sambungnya, untuk memupuk pemahaman, merangsang komunikasi, memperbaiki perbedaan, menangani permasalahan tertentu yang menyangkut kepentingan bersama serta sarana kerjasama antar umat beragama.

“Beberapa narasumber dalam dialog ini, yaitu Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulbar, Kepala Bagian Tata Usaha dan Ketua FKUB Sulbar, juga terdapat 5 orang tokoh penggerak kerukunan mendapat penghargaan, yakni H. Zamsir Abu, H. Hasri Hanafi, Muhammad Jufri, Arifuddin Rowar dan Muslim AT, di hadiri Kepala Kantor Kemenag Majene H. Mustapa Tangngali, pihak TNI Peltu Muddin, pihak Kepolisian AKP Soewarno Kasimin, Kesbangpol Majene H. Zulfikar,” jelasnya.

Kegiatan dialog tokoh Agama, tokoh masyarakat dan Pengurus FKUB, dibuka Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Sulbar Muflih B. Fattah. Ia mengungkapkan, kegiatan dialog yang dilaksanakan di Majene sebelumya juga digelar di Kabupaten Polewali Mandar.

“Kerukunan beragama di Majene yang sudah kondusif diharapkan tetap dipertahankan, dan yang menjadi kebijakan prioritas Kemenag Majene adalah matangkan moderasi beragama,” harapnya.

Ia menyebutkan, Tri kerukunan beragama yang dicanangkan para Menteri terdahulu tentunya harus lebih ditingkatkan dan dikembangkan tentang penguatan moderasi beragama serta sikap dan perilaku umat beragama dalam melaksanakan ajaran agama sehingga tidak berlebihan dan tetap bersemangat menghargai berbudaya serta tradisi dengan memiliki sifat kebangsaan, taat kepada aturan yang berlaku di Negara Republik Indonesia.

“Jika moderasi beragama berjalan bagus, maka Negara kita akan merasakan nyaman untuk menjalankan aktivitas sebagai umat beragama. Dan memahami serta mengamalkan ajaran agama dengan baik, mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku, menjaga iklim kondusif dengan tetap mempererat persatuan dan memperkuat toleransi beragama yang dilandasi semangat kebersamaan dan persaudaraan,” pungkasnya.(Rzh)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.