Pemkab Harap Sekolah Masuk Adiwiyata

Pemkab Harap Sekolah Masuk Adiwiyata

Majene, Terassulbar.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene diharapkan seluruh sekolah di Majene dapat menjadi sekolah Adiwiyata guna mewujudkan Majene Mapaccing.

“Kita berharap, agar kerjasama yang terbangun selama ini dapat lebih ditingkatkan,” harap Sudirman Kepala DLHK Majene pada Penyerahan bibit tanaman produktif, untuk melestarikan lingkungan hidup agar kembali asri dan sehat dengan melakukan penghijauan, di Kantor DLHK Majene, Kamis (09/12/2021).

Lebih jauh Sudirman menjelaskan, belum lama ini, wilayah Majene umumnya Sulbar diguyur hujan lebat dengan durasi lama, sehingga segenap Aparat Gabungan, yaitu Pemerintah, TNI dan Polri turun ke lapangan menyikapi kondisi alam yang cukup ekstrim, dengan membersihkan sisa banjir yang tersebar dibeberapa titik di wilayah Perkotaan Majene.

“Saya selaku Kepala DLHK Majene menyadari, bahwa pelayanan yang diberikan kepada masyarakat belum maksimal dalam hal penanganan kebersihan, dan kedepannya kami tetap berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Majene,” akunya.

Sudirman menguraikan, bibit tanaman yang diserahkan merupakan pokok-pokok pikiran dari Wakil Ketua dan Anggota DPRD Majene Adi Akhsan dan H. M. Yahya Nur, dengan jenis bibit tanaman mangga, ketapang kencana dan bibit kopi.

“Semua ini bermuara pada bagaimana kita dapat melestarikan lingkungan di Majene. Dan saya ucapkan terima kasih kepada para lurah, Kades dan Kepala Sekolah yang telah banyak membantu dalam hal pengurangan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan,” ucap mantan Kabag Kesra Setda Majene itu.

Sementara, Sekretaris Kabupaten (Sekkab Majene Ardiansyah menuturkan, kepedulian terhadap lingkungan karena telah di kader para guru sekolah. “Guru kita terdahulu peduli kepada lingkungan, maka pasti kita ini para murid-muridnya juga akan peduli kepada lingkungan,” ulasnya.

Diuraikan, persoalannya kasus yang terjadi pada masa lalu tentu berbeda dengan masa sekarang. Artinya, jumlah sampah yang di produksi dari rumah tangga tidak sama dengan produksi sampah rumah tangga masa lalu, itu akibat perubahan iklim yang dirasakan tentu berbeda dengan masa lalu.

“Asap atau ultra violet yang kita produksi sekarang berbeda pada masa 40 hingga 50 an tahun lalu, saat ini tantangannya berbeda sehingga pendekatannya pun harus lebih massif dan lebih kencang dibanding pada masa kecil dahulu,” bebernya.

Ardiansyah mengucap rasa Syukur melalui momen penyerahan bibit, akan lebih memperkuat lagi kepedulian terhadap lingkungan. “Menanam pohon merupakan amal jariah, sama halnya dengan menyumbang ke Masjid, karena pohon ini akan bermanfaat bagi masyarakat banyak,” paparnya.

Penanaman bibit pohon lanjutnya, penting di terapkan kepada anak-anak di rumah dan di sekolah. “Bila kita dapat mempersembahkan lingkungan yang bersih, maka pahalanya akan kita peroleh dikemudian hari,” urainya.

Ia menambahkan, sesuai visi misi Bupati dan Wakil Bupati Majene, yaitu Unggul, Mandiri dan Religius (UMR), maka perlu melakukan pendekatan secara religius terhadap semua aktifitas.

“Termasuk dalam bekerja, kita harus dapat menekankan dalam diri kita bahwa yang kita lakukan adalah juga Ibadah. Menjaga lingkungan adalah salah satu ibadah, sehingga perlu keikhlasan dan hasilnya akan maksimal juga,” ungkap mantan Sekkab Mamasa itu.

Hadir dalam penyerahan bibit pohon, Kepala DKP Majene, para Lurah dan Kades serta para Kepala Sekolah se-Kecamatan Banggae dan Banggae Timur dan Relawan siaga 86 Majene.(Rzh)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.