Ahli Waris ABK KM Hentri I Terima Santunan BPJamsotek 1,99 Miliar

Ahli Waris ABK KM Hentri I Terima Santunan BPJamsotek 1,99 Miliar

Majene, Terassulbar.com – Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau (BpJamsostek) menyerahkan santunan jaminan sosial ketenagakerjaan senilai Rp1.99 miliar kepada 21 orang Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Motor (KM) Hentri I yang hilang karena diduga mengalami kecelakaan, di Perairan Maluku, pada Jumat 3 September 2021 lalu.

Santunan jaminan sosial itu, diserahkan secara simbolis dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono dan Direktur Utama BP Jamsostek Anggoro Eko Cahyo, di Gedung Mina Bahari IV KKP, Senin 29 November 2021.

Pernyataan ini, disampaikan Kepala BPJamsostek Kacab Majene dengan Wilayah Kerja Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Majene Hamrul Ilyas, Kamis 2 Desember 2021.

Ia menuturkan, bahwa Direktur Utama BP Jamsostek Anggoro Eko Cahyo dalam keterangannya mengatakan, penyerahan santunan jaminan sosial merupakan wujud hadirnya BPJamsostek dan KKP dalam perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi pekerja di sektor kelautan dan perikanan.

“Kami mewakili manajemen BPJamsostek, mengucapkan turut berduka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang dialami ABK KM Hentri I, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ucap Anggoro.

Ia merinci, dari total 1,99 miliar santunan yang diberikan BPJamsostek terdiri dari santunan Kecelakaan Kerja sebesar Rp1,47 miliar dan manfaat beasiswa sebesar Rp529 juta untuk 7 orang anak dari 5 ahli waris. “Selain menyerahkan santunan, pihaknya juga membahas kerja sama dalam pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2021 di Lingkungan Kementerian KKP,” ulasnya.

Menteri Trenggono mengatakan, penyerahan santunan menjadi salah satu wujud kepedulian KKP dalam memberikan perlindungan sosial bagi para pekerja di sektor kelautan dan perikanan di Indonesia, khususnya para ABK. “Saya berterima kasih atas dukungan Jamsostek, untuk para keluarga, ahli waris korban kecelakaan kerja KM Hentri I ini,” ucapnya.

Menteri Trenggono menjelaskan, potensi yang harus dicover mulai dari nelayan, pembudidaya, serta ABK dan lainnya yang tentunya diharapkan kepada Jamsostek dapat berkontribusi dalam program yang dimiliki KKP, khususnya program terobosan, seperti kampung perikanan budidaya, serta penangkapan ikan terukur.

“Di KKP ada potensi sekitar 3,1 juta yang harus dicover Jamsostek. Kalau 3,1 juta ini aktif, kita bisa hitung resikonya, kita clustering semua. Saya kira program Jamsostek bisa dikaitkan dengan program KKP, dan kita harus garap secara serius, tidak bisa sendiri karena butuh kolaborasi juga dengan Jamsostek,” pintanya.

Menutup keterangan Trenggono, bahwa KKP akan terus membantu, mendukung dari sisi pemerintah, agar Jamsostek dapat terus berbenah dalam mengelola jaminan sosial, khususnya para pekerja sektor kelautan dan perikanan. “Kita akan all out dukung Jamsostek untuk terlibat dalam program KKP,” pungkasnya.

Kemudian, Hamrul juga menyampaikan, saat ini menjadi fokus BPJamsotek dalam menyelaraskan Inpres dalam tindakan nyata dengan terus menjalin koordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga. “Direktur Utama BP Jamsostek menyampaikan sebelumnya, beberapa regulasi dikeluarkan KKP melalui Peraturan Menteri (Permen) KKP Nomor 33 Tahun 2021, terkait Perlindungan Jamsostek.

” Juga terdapat Surat Edaran KKP Nomor B.609/SJ/KP.620/X/2021, Tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jamsostek pada Sektor Kelautan dan Perikanan. Selain itu juga dilakukan integrasi data antara BPJamsotek dengan E-PKL (Perjanjian Kerja Laut) agar dapat memastikan akurasi data kepesertaan yang baik,” urainya.

Hamrul mengutip, bahwa perlindungan bagi para nelayan, petambak garam dan sektor kelautan lainnya tentunya tidak kalah penting dengan perlindungan pekerja non-ASN dan sama-sama memiliki urgensi yang tinggi agar perlindungan Jamsostek secara menyeluruh bagi seluruh pekerja dapat segera terwujud.

“Jika ditilik dari potensi kepesertaan di bawah KKP, terdapat 3,1 juta pekerja yang terdiri dari 4.000 pegawai non ASN dan sisanya merupakan para pekerja di sektor kelautan, perikanan dan sektor terkait lainnya,” terangnya.

Melalui kerja sama yang terjalin, Hamrul berharap seluruh pegawai non ASN dan pelaku usaha pada sektor kelautan dan perikanan serta para nelayan di Majene dapat terlindungi program Jamsostek secara lengkap, baik pada segmen penerima upah maupun bukan penerima upah.

“Saya juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada KKP atas sambutan dan kerjasama yang baik selama ini dan semoga implementasi Inpres Nomor 2 Tahun 2021 menjadi jalan untuk mewujudkan kesejahteraan para pekerja dan seluruh nelayan di Indonesia,” harapnya.

Ia merinci, bahwa BPJamsostek Kacab Majene membayarkan santunan sebesar 37,45 miliar pada anuari sampai November 2021, dengan rincian Jaminan Hari Tua (JHT) senilai Rp34,695,580,990 sebanyak 2,557 kasus, sementara Jaminan Kematian (JKM) Rp2,511,500,000 dengan 59 kasus dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) Rp132,518,245 dengan 3 kasus serta Jaminan Pensiun (JP) Rp106,064,580 dengan 18 kasus.

“Santunan yang dibayarkan Kacab Majene berasal dari profesi atau jenis pekerjaan yang berbeda-beda, seperti nelayan, pekerja serabutan, non ASN (Pendidik dan Non Kependidikan), Aparat Desa serta Pegawai Swasta termasuk didalamnya karyawan BUMN dan BUMD,” jelasnya.

Hamrul berharap, kepada Pemerintah Daerah baik Kabupaten Polewali Mandar maupun Kabupaten Majene dapat menganggarkan melalui APBD khususnya pekerja Non ASN dan Pekerja Rentan atau Miskin, sebagai wujud pelaksanaan Inpres Nomor 2 Tahun 2021 dan Permendagri 27 tahun 2021 Tentang Pedoman Penyusunan APBD 2022.

“Kemendagri akan melakukan evaluasi secara berkala setiap 3 bulan untuk memastikan Pemerintah Daerah mengambil peran dalam penerapan regulasi, hal ini disampaikan dalam acara monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan Kemendagri pada Tanggal 23 November 2021 dengan menghadirkan Sekda, Kepala BKAD, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Kepala BKD/BKPSDM,” tambahnya.(Rzh)

 

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.