Bos Afirmasi Berdasarkan Kriteria

Bos Afirmasi Berdasarkan Kriteria

Majene, Terassulbar.com – Evaluasi Diri Madrasah (EDM) adalah suatu proses penilaian mutu penyelenggaraan pendidikan yang dilakukan pemangku kepentingan ditingkat madrasah berdasarkan indikator kunci yang mengacu pada 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Melalui EDM, madrasah dapat mengetahui aspek-aspek yang perlu ditingkatkan, serta kekuatan dan kelemahan yang ada di madrasah untuk dapat diidentifikasi.

Dengan hasil EDM yang akan digunakan sebagai bahan untuk menetapkan jenis program dan kegiatan prioritas dalam penyusunan rencana peningkatan dan pengembangan madrasah yang dituangkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah (RKAM).

Hal ini, dituturkan Ketua Pokjawas Kementerian Agama (Kemenag) Majene Muhammad Darwis pada Apel pagi, di halaman Kantor Kemenag Majene, Selasa (23/11/2021).

Dikatakan, saat ini, para Kepala Madrasah PGRI dari guru mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) EDM dan RKAM untuk mengoptimalkan data valid selanjutnya akan dikirim ke Pemerintah Pusat terkait pengggunaan dana Biaya Operasional Sekolah (Bos).

“Bimtek ini, dibagi dalam 3 kelas secara daring, dan saat ini ada 2 kelas mulai melaksanakan daring, untuk 1 kelas akan dilaksanakan pada Kamis 25 November pekan ini,” urai Muhammad Darwis.

Kegiatan bimtek lanjutnya, juga bertujuan tentang pelaporan dan pertanggung jawaban seluruh penggunaan dana di sekolah madrasah termasuk dana Bos pada 2022 secara online.

“Melalui aplikasi ini, tentu akan semakin mempermudah para madrasah dalam penyusunan laporan, mulai dari perencanaan sampai akhir sudah bisa terinput semua dalam aplikasi dan bisa langsung di print termasuk pajak dan lainnya,” terangnya.

Ia menuturkan, sesuai informasi, bahwa melalui hasil aplikasi penyelenggaraan penggunaan dana Bos akan menjadi penilaian karena kemungkinan terdapat penambahan dana Bos. “Artinya, selama ini hanya penggunaan dana Bos reguler, untuk tahun depan ada rencana penggunaan dana Bos afirmasi,” akunya.

Diuraikan, kriteria dana Bos afirmasi akan diluncurkan dibeberapa sekolah yang memenuhi kriteria, yaitu berdasarkan hasil penilaian terbaik pelaksanaan EDM dan RKAM.

“Bagi madrasah yang tidak menyelenggaran bimtek pada tahun ini, tentu tidak akan mendapat dana Bos pada 2022 dan masih akan menggunakan aplikasi secara manual,” paparnya.

Untuk mengoptimalkan pelaksanaan dan pemanfaatan EDM ini sambungnya, diperlukan kebersamaan dan kemauan kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, komite madrasah, siswa dan orang tua siswa untuk bersedia membuka diri atas kekurangan yang masih ada di madrasah.

“Semangat kebersamaan seluruh warga sekolah untuk mau mengevaluasi diri demi kemajuan bersama adalah kunci dari manfaat EDM. Pada prinsipnya EDM adalah penilaian yang dilakukan warga madrasah itu sendiri dengan penuh kesadaran untuk perbaikan mutu pendidikan, dengan melakukan EDM, madrasah akan memperoleh manfaat,” pungkasnya.(Rzh)

 

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.