Puluhan Mahasiswa Lontarkan Sejumlah Tuntutan

Puluhan Mahasiswa Lontarkan Sejumlah Tuntutan

Majene, Terassulbar.com – Puluhan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa dari Solidaritas Perjuangan Mahasiswa Majene yang tergabung dalam GMNI, SEMUT, FPPI, GMKI dan IMM, Kamis (28/10/2021).

Aksi yang digelar di Bundaran Kota Majene itu, lontarkan puluhan tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene, baik peningkatan infrastruktur jalan maupun sejumlah program yang kini mulai berjalan.

Koordinator Lapangan (Korlap) Ramli bersama puluhan mahasiswa dalam orasinya secara bergantian menyampaikan, kini turun ke jalan mengawal masyarakat Majene bahwa selama ini tertindas dari penguasa tidak yang bertanggung jawab.

“Kita disini anak yang terlahir dari petani, turun ke jalan di bawah terik matahari, begitupun orang tua kita yang ada di desa merasakan perjuangan yang kita lakukan saat ini,” paparnya.

Ia menyuarakan jeritan rakyat yang di kuasai hak-haknya dari pemerintah. “Perjuangan ini kita lakukan semata-mata untuk kepentingan rakyat, menuntut kejelasan dari Pemkab Majene dan membubarkan staf khusus yang di bentuk yang hanya membuang buang dan pemborosan anggaran,” ungkapnya.

Disampaikan, bahwa Pemkab Majene belum maksimal dalam penanganan korban bencana yang ada di Kecamatan Malunda dan Ulumanda. “Sering kita dengar bahwa Majene adalah Kota Pendidikan, tapi sampai saat ini belum terwujud karena pemerintah kurang menyikapi permasalahan mengenai bidang pendidikan,” ujarnya.

Selain itu, penggunaan dana pengadaan videotron adalah suatu pemborosan dan sebaiknya di gunakan untuk ke masyarakat. “Kami menurut terkait Surat Edaran Dinsos Majene (Tolak Vaksinasi Sebagai Syarat Administrasi), jangan wajibkan 34 OPD melalui APBD untuk pemasangan iklan videotron, percepat penyaluran dana stimulan korban gempa,” bebernya.

Untuk tuntutan lainnya lanjut Ramli, Pemkab Majene harus menyelesaikan persoalan BPJS Dan Jampersal, wujudkan Reforma Agraria Sejati, tambahkan armada bus sekolah dan armada damkar, hentikan reklamasi, pembangunan kembali jembatan dan jalan Salutahongan dengan Lombang Timur sebagai penghubung antar kedua desa.

“Tuntutan lainnya, percepat pembangunan sekolah yang tusak akibat gempa, evaluasi kembali pembangunan drainase, prioritaskan pembangunan jalan Ulumanda, tambahan unit ambulans, evaluasi Baznas dan wujudkan Majene sebagai Kota Pendidikan,” pintanya.

Aksi unjuk rasa dirangkaikan menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober. Massa aksi melakukan pembakaran ban bekas sebagai simbol perlawanan massa aksi terhadap pemerintah. Aksi unjuk rasa berakhir pada pukul 17.00 Wita dalam keadaan aman terkendali.(Adi)

 

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.