Khitanan Massal Lanal Mamuju Diapresiasi dan Dipercaya Masyarakat

Khitanan Massal Lanal Mamuju Diapresiasi dan Dipercaya Masyarakat

Mamuju, Terassulbar.com – Khitanan massal yang dilaksanakan Lanal Mamuju dalam rangka Hari Kesehatan TNI AL diikuti 40 anak. Khitanan ini dinilai sangat membantu masyarakat yang kesusahan di tengah pendemi Covid-19.

“Kegiatan Lanal Mamuju ini yang sangat membantu masyarakat. Karena kita ketahui untuk khitanan massal ini membutuhkan kekuatan finalsial, yang datang ini kebanyakan ekonimonya agak kurang,” ujar Rasyid.

“Semoga khitanan massal ini dapat menjadi agenda rutin Lanal Mamuju. Karena ini sangat membantu masyarakat,” sambungnya.

Senada dengan Rasyid, Yanti orang tua salah satu anak mengatakan, khitanan massal ini sangat membantu masyarakat, apa lagi banyak anak yang berasal dari tempat yang agak jauh dari lokasi khitanan yang datang. Ia berharap khitanan massal ini bisa dilakukan tiga bulan sekali.

“Semoga lebih banyak masyarakat yang diberi kesempatan ikut khitanan ini. Untuk hari ini sudah banyak tapi terbatas,” harap Yanti.

Yanti juga tidak ragu untuk mengikut sertakan anaknya pada khitanan massal Lanal Mamuju ini. Apa lagi tinaga medias yang melakukan khitanan ini sudah terpercaya.

“Kami percaya sekali, karena yang lasanakan ini Lanal Mamuju, apa lagi bekerja sama dengan pihak lain seperti Kanwil Kemenag dan dinas kesehatan,” ujar Yanti.

Sedangkan, Penanggungjawab Kesehatan Lanal Mamuju, Letda Laut (K) dr Feddy Manurung mengatakan, khitanan massal ini serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia. Untuk peserta, Lanal Mamuju diberikan target 20 anak, namun peserta yang terdfatar melebih target yang diberikan.

“Metode yang kita gunakan electrical cauter atau lebih dikenal masyarakat dengan laser. Kita memilih metode ini karena perdarahan yang minimil dan pengerjaannya juga cepat,” ujar Feddy.

Feddy juga berpesan agar khitan ini tidak hanya dilakukan oleh yang beragama Islam saja, tapi juga agama lainnya. Karena menurutnya, khitan memiliki manfaat yang sangat besar bagi kesehatan alat reproduksi manusia.

“Semoga ke depan makin banyak masyarakat yang mau dikhitan, karena ini sangat baik bagi kesehatan,” tutup Feddy. (ru)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.